Close

November 9, 2017

Pengabdian Masyarakat

PENGABDIAN MASYARAKAT

Harapan Indonesia diantaranya adalah  memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa, yang tertulis di dalam pembukaan UUD 1945 pada alenia empat. Namun pada kenyataan sekarang kita belum mendapatkan tujuan tersebut. Sesungguhnya aset paling berharga milik bangsa Indonesia adalah sumber daya manusia yang besar. Populasi sebesar 237 juta jiwa, bangsa Indonesia seharusnya menatap masa depan dengan sangat optimis, khususnya, bila seluruh warga negara telah menjadi Manusia Indonesia Prima, antara lain ditandai oleh sehat, produktif dan cerdas yang berkarakter. 

Warga yang sehat antara lain ditunjukkan oleh daya tahan tubuh yang baik, tidak sering sakit, dan mampu bergaul di masyarakat sesuai norma sosial yang dianut. Produktif adalah kemampuan bekerja secara baik untuk menghasilkan barang atau jasa yang bernilai ekonomis guna mencukupi kebutuhan hidup baik untuk diri sendiri maupun keluarga. Cerdas ditunjukkan oleh kemampuan menyerap ilmu pengetahuan secara baik dan menerapkannya untuk keperluan diri sendiri, keluarga dan masyarakat. Bagi Indonesia sekarang ini, pendidikan karakter juga berarti melakukan usaha sungguh-sungguh, sitematik dan berkelanjutan untuk membangkitkan dan menguatkan kesadaran serta keyakinan semua orang Indonesia bahwa tidak akan ada masa depan yang lebih baik tanpa membangun dan menguatkan karakter rakyat Indonesia. 

Tidak ada masa depan yang lebih baik yang bisa diwujudkan tanpa kejujuran, tanpa meningkatkan disiplin diri, tanpa kegigihan, tanpa semangat belajar yang tinggi, tanpa mengembangkan rasa tanggung jawab, tanpa memupuk persatuan di tengah-tengah kebinekaan, tanpa semangat berkontribusi bagi kemajuan bersama, serta tanpa rasa percaya diri dan optimisme. Sebagai mahasiswa yang sadar akan implementasi dari tri dharma perguruan tinggi yaitu mengabdi kepada masyarakat, Himti Paramadina mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bentuk kontribusi dan kepedulian masyarakat.