Close

November 8, 2017

Workshop Bebras Indonesia Challenge 2017 – Biro Univ. Paramadina

Dalam era digitalisasi saat ini, komputer dan perangkat teknologi lainnya menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai teknologi, tetapi juga sebagai ilmu pengetahuan. Dibutuhkan peran dari masyarakat khususnya yang bergerak dalam dunia pendidikan untuk berfikir komputasional (Computational Thinking) dan dimulai sejak Sekolah Dasar.

Konsep Bebras menjadi media untuk mendorong guru serta siswa berpikir kreatif dan kritis dalam menyelesaikan persoalan dengan menerapkan konsep-konsep berpikir komputasional. Bebras pertama kali digelar di Lithuania (bebras.or.id), yang merupakan aktivitas ekstra kurikuler yang mengedukasi kemampuan problem solving dalam informatika dengan jumlah peserta terbanyak di dunia. Siswa peserta ekstra kurikuler ini akan mengikuti kompetisi bebras di bawah supervisi guru, yang dapat mengintegrasikan tantangan tersebut dalam aktivitas mengajar guru.

Kompetisi yang diberi nama “Bebras Challenge” ini dilakukan setiap tahun secara online melalui komputer. Indonesia masuk menjadi anggota dari 58 Negara yang mengikuti  “Bebras Challenge”. Kompetisi ini dapat dilaksanakan di sekolah yang mempunyai cukup komputer, atau di Universitas yang menjadi biro atau pembina, seperti Universitas Paramadina.

Alhamdulillah, Program Studi Informatika Paramadina menjadi Biro dan host pertama di Jakarta dalam penyelenggaraan Bebras Challenge 2017. Aktifitas dimulai dengan kegiatan pelatihan untuk Guru-Guru TIK pada tingkat SD hingga SMA. Hadir sebagai pembicara pelatihan yaitu Dr. Inggriani Liem, Ketua NBO Bebras Indonesia.

Dalam pelatihan hari ini (8/11/17) di ruang Granada, guru-guru akan mendapatkan informasi seputar kegiatan Bebras Challenge 2017 serta tata-cara pendaftaran kompetisi. “Bebras Challenge” 2017 akan dilaksanakan pada Kamis, 16 November 2017 di Universitas Paramadina. Pemenang kompetisi (Juara 1, 2 dan 3) untuk kategori SMA akan mendapatkan Full Beasiswa kuliah di Universitas Paramadina, Program Studi Informatika.

Adapun Ruang lingkup kegiatan bebras di antaranya adalah:

  • Menumbuhkan kreativitas siswa, budaya informasi, algoritma dan berpikir komputasi.
  • Memudahkan pemahaman yang lebih dalam teknologi informasi.
  • Mendorong siswa untuk menggunakan teknologi informasi dalam kegiatan belajaran mereka dengan lebih antusias.
  • Melibatkan anak-anak dalam memanfaatkan teknologi informasi, komputer, dan aplikasi mereka sejak dini di sekolah.
  • Mengungkapkan kepada siswa keuntungan dari teknologi informasi untuk membantu dalam belajar berbagai mata pelajaran.

Selama Kompetisi, siswa harus memberikan solusi untuk persoalan yang disebut “Soal Bebras”. Soal-soal yang bertema komputasi atau informatika ini dirancang semenarik mungkin, dan seharusnya dapat dijawab oleh siswa tanpa pengetahuan sebelumnya tentang komputasi atau informatika.

Setiap soal Bebras mengandung aspek komputasi atau informatika dan dimaksudkan untuk menguji bakat peserta untuk berpikir komputasi atau informatika. Untuk menjawab soal-soal Bebras, secara alamiah, siswa dituntut untuk berpikir terkait dengan informasi, struktur diskrit, komputasi, pengolahan data, serta harus menggunakan konsep algoritmik.

Informasi lengkap tentang “Bebras Challenge” 2017 melalui: if.paramadina.ac.id/bebras